Kita telah banyak mengetahui kisah-kisah sukses orang terdahulu. Bagaimana mereka merubah kekurangan mereka menjadi sebuah kekuatan untuk meraih sukses. Jalan hidup yang tidak selalu mulus mereka tempuh membuat mereka matang dalam bersikap.
Begitu banyak pelecehan, hinaan, cacian serta cemoohan yang ditujukan kepada mereka yang semuanya mampu menjadi cambuk yang menghantarkan mereka pada tangga keberhasilan tertinggi. Cemoohan, hinaan dan pelecahan adalah hal menyakitkan yang mereka terima. Menimpa diri mereka bahkan keluarga juga menjadi sasaran orang-orang yang tidak menyenangi keberadaan mereka.
Cara pandang mereka yang positif, sifat memaafkan yang selalu mereka pupuk dan kesabaran luar biasa yang mereka miliki tak sedikitpun menurunkan motivasi mereka. Malah berlaku sebaliknya, memacu mereka membuktikan bahwa mereka mampu menjadi manusia terbaik, dan menunjukkan potensi terhebat yang mereka miliki.
Di zaman sekarang ini tentu semua pelecehan, hinaan dan cacian itu masih tetap ada di sekitar kita.. Lihatlah apa yang kita bicarakan setiap hari. Berapa banyak kata-kata mengejek,yang merendahkan orang lain yang keluar dari lidah kita yang tidak bertulang ini. Sudah berapa hati yang telah kita lukai dan sakiti? Terlepas kita sadar ataupun tidak.
Sungguh amat jarang sekali kata-kata indah berupa pujian, sanjungan dan kebanggaan yang kita berikan kepada orang lain. Mungkin saja kita enggan melakukannya, karena memang kita pelit untuk mengatakannya. Atau disesabkan seseorang itu memang tidak pantas dipuji dari kacamata penilaian kita. Bahkan mungkin kita tidak mau memuji, karena kita takut mereka akan menjadi besar kepala, lalu menjadi angkuh dan sombong karena pujian itu.
Amat disayangkan jika untuk memuji saja lidah kita masih merasakan berat. Dan kita masih berprasangka ia akan menjadi pongah karena pujian kita. Sebagai manusia yang normal, manusia membutuhkan penghargaan dari orang lain. Manusia sesungguhnya sangat senang bila dipuji. Karena pujian akan memberikan semangat, spirit dan kekuatan yang akan mengerahkan seluruh energi positif untuk berbuat yang terbaik dalam hidup.
Jika dengan cemoohan dan cacian orang lain bisa sukses. Haruskah kita terlebih dulu melukai mereka dengan cacian dan pelecehan untuk menjadikan mereka berhasil? Bukankah lebih baik memberikan pujian tulus sehingga akan memacu semangat mereka untuk menjadi manusia yang lebih baik. Jika bisa memuji mengapa kita harus mencaci?


