Minggu, 26 Mei 2013

MATA dan HIDUNG


Aku dan Yasyfi dalam sebuah pengibaratn
@ella_yoo : bau"nya mau nangis ini hahahaha wkwk .
@yasyfifia : Nangis ada baunya? :o be strong giirlll :)) RT @ella_yoo: bau"nya mau nangis ini hahahaha wkwk
@ella_yoo : @yasyfifia iyadong kn punya idung. seandainya bs kyk hidung&mata. setiap mata netesin air hidung selalu mengiringinya dg tetesan pula :")
@yasyfifia : @ella_yoo duh kata"nya. Btw, nek aku pilek kok gak nangis ya? Kan hidung ngeluarin air ._.v
@ella_yoo : @yasyfifia ya begitulah yas ada yg rela berkorban ada yg gk tau diri. hidung setia sm mata. tp mata apa? klo hidung netes dia gk peduli :"
@yasyfifia : @ella_yoo namun mata membutuhkan hidung (re:bernafas) utk ttp bisa memotret keindahan hidup. Haha
@ella_yoo : @yasyfifia duh kata" kita malem ini jeruuu sekali . coba deh diresapi ulang mgkn bisa tambah jeruu hahahhaa
@yasyfifia : @ella_yoo benar, hidung itu dibawah mata. Mata takkan bisa melihat hidung seutuhnya (tanpa kaca)& tak prnh tau pengorbanan hdg tanpa merasa.

Kalian pernah menangis? Aku rasa itu adalah pertanyaan yang paling bodoh yang pernah ku lontarkan . Jelas saja, semua orang pernah menangis. Ketika mata mulai meneteskan bulir-bulir air mata beberapa saat kemudian hidung juga turut meneteskan air bersama sang mata. Selalu saja si hidung menemani mata. Tapi apakah ketika si hidung meneteskan air nya si mata juga selalu ikut meneteskan air? Tidak! .

Ya begitulah hidup, ketika kita selalu ada buat orang yang kita cintai dia tak pernah ada buat kita . ketika kita sering menggunakan waktu luang kita buat memikirkan dia, dia sekejap kedipan matapun belum tentu memikirkan kita. ketika kita selalu berkorban buat dia, dia hanya diam melihat pengorbanan kita, mengharap pengorbanan balik dari dia buat kita? Dia ‘mau melihat’ pengorbanan kita buat dia aja itu sudah syukur sangat bersyukur tepatnya. ya itulah cinta sepihak, yang berkorban hanya disatu sisi saja seperti halnya hidung yang selalu menemani sang mata meneteskan air sedangkan mata tak pernah peduli pada hidung ketika hidung meneteskan air . lihat hidung saja mata susahnya minta ampun apalagi turut merasakan apa yang hidung rasakan :”)

Senin, 20 Mei 2013

Sedang di mana aku sebenarnya?


Kalian tau gimana rasanya hati yg menunggu selama bertahun-tahun tanpa ada kebahagian yang diberikan oleh orang yg ditunggu itu?

Kalian tau gimana rasanya ada banyak orang lain yg menawarkan kebahagiaan dan kasih sayang tapi kalian tak dapat dg mudah menggantikan orang yg kalian tunggu dg orang itu?

Kalian tau gimana rasanya ketika kalian haus akan kebahagiaan dari orang yang benar benar kalian tunggu ?

Ketika kehausan itu sudah benar-benar merasuki tubuh datang seseorang bukan sekedar menawarkan dan memberikan tapi seseorang yang benar-benar sesuai dengan yang kalian inginkan

Memberikan kehausan yang selama ini kalian sudah mati rasa untuk merasakannya
Ketika mengubah kegersangan hari kalian menjadi tumbuh dan bersemi rindang dg banyak pepohonan
Betapa kesejukan yang diberikannya yg selama ini sudah lupa kalian bagaimana rasanya
Kemudian kalian merasa bahwa waktu berhenti , sejenak kalian berpikir bahwa semua ini hanya kesenangan sesaat dan kalian takut di hari-hari berikutnya hal ini tak lagi kalian rasakan
Kalian bercermin dan kalian bertanya pada cermin apakah ini cinta yang baru? Mungkinkah ini akan sama seperti yang sebelumnya? Akankah ini juga menjadi penantian yang tak berujung kembali? Apakah rasa ini hanya aku saja yang merasakan?
Kemudian waktu berjalan kembali , kalian memberikan sugesti pada diri kalian semua kebahagiaan ini hanya sesaat buah dari kehausan yg selama ini tak kalian dapatkan
Kemudian yang terjadi adalah “ternyata aku takut jatuh cinta kembali”

Yaa aku tau dengan tepat gimana rasanya semua itu karena semua itu adalah hal yang terjadi padaku saat ini
 
Terimakasih engkau yang telah hadir di kehidupanku beberapa minggu belakangan ini memberikan banyak hal yang tak pernah dia berikan . Yang aku tau adalah mungkin hal ini tidak akan berlangsung lama . yaa aku tau karena aku takut menjatuhkan hati ku kembali .

Selasa, 07 Mei 2013

BALASAN UNTUK JATUH CINTA DIAM-DIAM

malem ini gw ngelanjutin baca wordpress nya bang oka . seperti ini postingannya :

Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam praktis menjadi orang terkaya di dunia. Aku tahu! Mengapa jatuh cinta diam-diam tak kunjung membuat pelakunya kaya? Karena ‘emas’ yang di dapat karena diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan menebak-nebak.
Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan lagi, menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya.
Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku, juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya.

“Apakah dia tahu kalau aku sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?”
“Apa dia pernah melihatku, menyadari keberadaanku? Atau aku begitu tak nyata?”
“Pernahkah sedikit saja terlintas dalam pikirannya tentang aku?”
“Mengapa dia mengenakan baju dengan warna seperti warna kesukaanku?”
“Mengapa dia menyanyikan lagu favoritku di lorong kelas tadi?”
“Ah, bagaimana bisa dia bercerita ke temannya baru saja menonton film yang sudah berkali-kali aku tonton karena aku sungguh menyukainya?”
“Apakah dia punya perasaan yang sama denganku?”

Aku sering merenung, khususnya di malam hari. Tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.
Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah.
Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.

dan tulisan yg gue blog oranye itu pernah gue tulis di blog gue yang judulnya "Sedetik Saja Dalam Hidupnya" kesimpulannya adalah ternyata orang yang jatuh cinta secara diam-diam secara garis besar mempunyai pertanyaan dan rasa penasaran yang hampir sama :D

Senin, 06 Mei 2013

BAGAIMANA JIKA ...

yak seperti kemaren gue baca wordpress nya bang oka @landakgaul lagi hari ini. gue merasa "oh shit kalo ini terjadi sama gue gimana ya? yang sekarang lagi otewe buat move on" begini nih postingan nya :

Terus saja memendam rasa. Memang tak terasa sampai semuanya hampa.

           Apakah kamu pernah membayangkan? Kamu terus memendam rasa untuknya. Melihat gerak demi gerak tubuhnya. Membayangkan setiap senyumnya. Kemudian merefleksikannya di langit-langit kamar. Lalu secara otomatis mengembangkan senyummu sendiri, hingga kamu merasa gila dan insomnia dalam waktu bersamaan.

           Kamu pernah merasakan? Mengendap-endap. Mencuri pandang akan indah dirinya. Menimbang-nimbang akan menyapanya. Mengurungkan semua niat seraya membuang muka ketika dia menengok ke arahmu. Di saat itu juga kamu kesal karena tak mendapatkan sapanya, tetapi bahagia karena dengan menegok ke arahmu, berarti dia menyadarimu.

          Apa kamu pernah mengharapkan? Menapaki jalan yang berbeda setiap harinya. Kemudian menghentikan pencarian jalan dan terus melewatinya ketika tahu bahwa dia juga menginjakkan kaki di sana. Berpapasan dengannya secara pura-pura tidak sengaja.

           Pernahkah kamu memikirkan? Semua sumringah yang menyelinap ke dalam kelopak mata. Mengganggu semua mimpi yang hendak hadir. Mengubah semua benak menjadi layar putih, memproyeksikan khayalan demi khayalan tentang dirimu. Hanya karena kamu menyebut namaku, meski tidak dengan benar.

           Namun apakah kamu pernah melamunkan? Bahwa sesungguhnya dia melakukan hal yang sama denganmu, hanya saja dia sama keras kepalanya denganmu. Kepala batu dan hati berliannya memaksanya memendam perasaan, seperti kamu.

            Semuanya dilalui sampai waktu yang lama, lebih lama dari yang pernah kamu bayangkan. Hingga masing-masing dari kamu lupa, kemudian menemukan sangkar hati yang baru. Bagaimana jika, ketika kamu merasa bahwa yang kamu dapatkan sekarang benar-benar untukmu, kamu mendapati dia yang pernah kamu cinta dalam diam, ternyata juga mencintaimu. Dalam diam.

Bagaimana jika…
  
hahaha terus gue ketawa  "apa yang telah merasuki diri gue kok bisa mikir kalo itu bisa terjadi sama gue?" . konyol banget kesannya diri gue berharap sampe segitunya hahaha .

Minggu, 05 Mei 2013

TAMPARAN UNTUK PEMENDAM PERASAAN

Pagi ini gw sengaja online twitter gara-gara nggak ada kerjaan, mumpung libur sekolahnya dibuat tes ppdb . Di TL gue muncul bang oka @landakgaul yg nge-tweet link wordpressnya . nah terus gw baca tuh, isinya seperti ini nih :

Duduk. Dan berpikirlah

“Aku yang lebih sayang sama kamu dibanding dia!”
Kalimat itu bukanlah sebuah persoalan, karena besar atau tidaknya sebuah sayang tidak akan berarti apa-apa kalau semua itu cuma dipendam

Memendam perasaan bukan cara yang bagus untuk menunjukkan seberapa besar sayangnya kamu untuknya.
Risiko terbesar memendam perasaan adalah melihat dia dimiliki seseorang yang sayangnya tidak sebesar sayangmu.
Mau sayangmu lebih besar dari sayangnya, atau biarpun kamu yang lebih dahulu jatuh cinta padanya, semuanya sia-sia jika hanya dipendam.
Kamu boleh bangga punya sayang lebih besar atau lebih dulu jatuh cinta padanya, tapi pemenangnya tetap mereka yang mengungkapkan.

“Memendam perasaan” adalah makhluk yang akan menggerogoti hati sendiri… sampai habis. Tak bersisa.
Memendam perasaan adalah bom waktu. Tinggal tunggu, meledak menjadi ungkapan perasaan, atau menjadi ledakan tangisan.
 Memendam perasaan karena takut jika mengungkapkan malah membuat jauh? Justru dengan memendam, kamu menjauhkan hati kamu, dengan hatinya.
Mereka yang sayangnya lebih besar tapi dipendam, terduduk di pojok hati penuh ruang. Mereka yang mengungkapkan, tersenyum menang.
Perasaan. Semakin dipendam, semakin tenggelam. Dalam diam.
Pada akhirnya, sayang yang lebih besar, cinta yg lebih dulu ada, tak ada apa-apanya jika dibandingkan rasa yang diungkapkan.
Untuk kamu yang memendam perasaan, selamat menunggu… selamanya.


naah saat gw baca gw merasa sangat tersentil dn seketika saat itu dan detik itu juga gw langsung galaau  hahaa . untung gw bacanya pagi-pagi jadi galaunya gak separah kalo gw bacanya malem-malem hahahaa