Aku dan Yasyfi dalam sebuah pengibaratn
@ella_yoo : bau"nya mau nangis ini hahahaha wkwk .
@yasyfifia : Nangis ada baunya? :o be strong giirlll :)) RT @ella_yoo: bau"nya mau nangis ini hahahaha wkwk
@ella_yoo : @yasyfifia iyadong kn punya idung. seandainya bs kyk hidung&mata. setiap mata netesin air hidung selalu mengiringinya dg tetesan pula :")
@yasyfifia : @ella_yoo duh kata"nya. Btw, nek aku pilek kok gak nangis ya? Kan hidung ngeluarin air ._.v
@ella_yoo : @yasyfifia ya begitulah yas ada yg rela berkorban ada yg gk tau diri. hidung setia sm mata. tp mata apa? klo hidung netes dia gk peduli :"
@yasyfifia : @ella_yoo namun mata membutuhkan hidung (re:bernafas) utk ttp bisa memotret keindahan hidup. Haha
@ella_yoo : @yasyfifia duh kata" kita malem ini jeruuu sekali . coba deh diresapi ulang mgkn bisa tambah jeruu hahahhaa
@yasyfifia : @ella_yoo benar, hidung itu dibawah mata. Mata takkan bisa melihat hidung seutuhnya (tanpa kaca)& tak prnh tau pengorbanan hdg tanpa merasa.
Kalian pernah menangis? Aku rasa itu adalah pertanyaan yang paling bodoh yang pernah ku lontarkan . Jelas saja, semua orang pernah menangis. Ketika mata mulai meneteskan bulir-bulir air mata beberapa saat kemudian hidung juga turut meneteskan air bersama sang mata. Selalu saja si hidung menemani mata. Tapi apakah ketika si hidung meneteskan air nya si mata juga selalu ikut meneteskan air? Tidak! .
Ya begitulah hidup, ketika kita selalu ada buat orang yang kita cintai dia tak pernah ada buat kita . ketika kita sering menggunakan waktu luang kita buat memikirkan dia, dia sekejap kedipan matapun belum tentu memikirkan kita. ketika kita selalu berkorban buat dia, dia hanya diam melihat pengorbanan kita, mengharap pengorbanan balik dari dia buat kita? Dia ‘mau melihat’ pengorbanan kita buat dia aja itu sudah syukur sangat bersyukur tepatnya. ya itulah cinta sepihak, yang berkorban hanya disatu sisi saja seperti halnya hidung yang selalu menemani sang mata meneteskan air sedangkan mata tak pernah peduli pada hidung ketika hidung meneteskan air . lihat hidung saja mata susahnya minta ampun apalagi turut merasakan apa yang hidung rasakan :”)


