Aku benci keadaan ini tuhan
Aku benci rasa sakit ini tuhan
Aku ingin tuhan menghapuskan semua memoriku tentangmu
Andai aku bisa memutar ulang waktu
Tak ingin aku jatuhkan hatiku padamu
Biarkan hatiku tetap bersama dia
Meskipun tak pernah disentuhnya
Dia yang tak sehangat ucapan selamat pagimu
Dia yang tak sehangat kata-kata manismu
Dia yang tak sehangat emot pelukmu
Ya, dia memang sedingin es
Dia dingin dingin
Dingin sekali
Hingga aku tak berani menyentuhnya
Dia dingin karena tak ingin sakitiku
Dia dingin karena dia menghargaiku
Hargai perasaanku
Hargai cintaku
Tak seperti dirimu
Berikan kehangatan
Untuk sebuah kesakitan
Aku salah
Aku kira semuanya akan baik-baik saja dalam hitungan hari
Aku bisa tanpa ucapan selamat malammu
Aku bisa tanpa ucapan selamat pagimu
Aku bisa tanpa dukungan semangat darimu
Aku bisa tanpa pesan singkat darimu
Aku bisa tanpa dirimu
Tapi ternyata tak semudah itu
Ya Tuhan
Aku sudah terlanjur
Terlanjur terbiasa denganmu
Terlanjur menghabiskan waktu bersamamu
Terlanjur percaya padamu
Dan
Terlanjur sayang padamu, mungkin
Ketika bersama teman-temanku
Tertawalah aku
Melupakan semuanya untuk sementara
Hingga aku tak mengenal diriku
Diriku yang jadi tumbal
Tumbal pelarian semata
Tapi disaat tak bersama mereka
Aku kembali teringat padamu
Teringat pada rasa sakit ini
Teringat akan dirimu
Dirimu yang selalu ada
Ada temaniku setiap saat
Hingga waktu berputar begitu cepat
Tak kurasakan
Tiba-tiba dirimu
Dirimu hilang tak seperti dulu
Hilang bersama dengan dia
Dia yang dulu pernah jadi masa lalumu
Masa lalu yang indah
Begitu indah, hingga sulit kau lupa
Ya, kau memilih kembali bersamanya
Tak kunjung ku putuskan
Arah mana yang harus aku lalui
Untuk terlepas dari semua ini
Tuhan,
Ijinkan aku melupakan
Melupakan semua tentan dia
Tuhan,
Aku menyerahkan segalanya
Segala yang terjadi ini
Aku pasrahkan diriku
Bantu aku Tuhan
Genggam tanganku tuhan
Tuntun aku tuhan
Hingga aku teringat
Teringat bagaimana caranya
Berjalan tanpa tertatih
Kudus, 18 April 2014 selesai tertulis dan disimpan dalam sebuah catatan pukul 02.25 oleh Ella Putri Rahmawati dari hati yang paling dalam.
Selasa, 22 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar